Bayangan

Ingin sekali aku hadir

Didalam bayangan itu

Karena memilikimu

Dalam kenyataan sulit sekali

Sampai kututur jejakmu

Bersama langkah gontai

Masih belum dapat kusentuh

Masih belum dapat kupandang

Engkau belum terlihat

Engkau belum datang

Hanya bayangan

Bayangan

Kedip mataku menyapu

Butiran bening yang berserak

Menghapus bayangan

Bersama tetes air mata

Aku mematung

Menutup jejakmu

Tidak ada lagi yang terasa

Hanya air mata

MagentaSan

24-04-2018

Iklan

Rangkaian Nama

Ada banyak rangkaian nama

Dianganku

Berhamburan menghampiri kesepian

Tertulis dalam setiap secarik kertas

Yang apik

Ku menanti kedatangan sang cahaya mata

Mengusap butiran bening yang pecah dipipi

Menunggu sambil berusaha

Untuk kedatangan cahaya

Aku terlena hingga mencari_cari

Banyak nama

Didalam kisahku

Kau tetap belum ada

Meski begitu nama sudah siap ingin disematkan

Adakah suaranya hampir terdengar?

Adakah langkahnya hampir sampai?

Walau hanya sayup_sayup menyerempet telinga

Aku diam menatap nama_nama itu

Berulang kali bertanya

Dengan pertanyaan yang sama

Dan serupa seperti aku berdoa dengan

Doa yang sama setiap waktu

Terkadang aku memandangmu

Seperti alunan lagu yang lama_lama berlalu

Engkau seperti angan yang tidak kunjung

Sanggup dan dapat ku dekap

MagentaSanšŸŒ·

Waktu Cepat Sekali

Tidak terasa kau berlalu

Mengedipkan hari berubah malam

Dan berubah lagi siang

Waktu cepat sekali berlalu

Jejakku tidak lepas dari catatan penamu

Tidak lepas dari pantauanmu

Terkadang terlambat

Terkadang mengejar lebih cepat

Aku menyaksikan banyak orang

Menyaksikan mereka menikah,

Mengandung, menimangbanak

Hingga aku menyaksikan anak_anak itu tumbuh

Dan tersenyum padaku

Waktu cepat sekali

Banyak cerita

Banyak peristiwa

Banyak rasa

Banyak.. .

MagentaSanšŸŒ·

Nasib Diri

Bagaimana nasib diri saat nanti sudah ringkih?

Saat nanti sudah lemah?

Apa ada yang temani?

Siapa yang temani?

Kesepian?

Air mata?

Atau sosok tulus si cahaya mata

Atau yang lain suka rela mendekap diri

Yang diterpa angin dingin?

Yang setia temani makan

Yang setia temani tidur dalam penjagaan

Atau malah tidak ada siapa_siapa?

Nasib diri, bagaimana?

MagentaSanšŸŒ·

Kita

Kita yang bersaudara

Harusnya menyapa

Tidak mengenalpun sama

Duhai pemilik setiap keping hati

Jadikan kita bersama_sama

Meski telah marah,

Meski telah benci

Meski telah sama_sama diam seribu bahasa

Suatu hari kita akan saling membutuhkan

Dan harus saling membantu

Tetapi dinding kaca ini membuat berhenti melirik

MagentaSanšŸŒ·

Dia

Dia hari ini menyapa suaminya dengan tatapan asam

Hanya diam disudut ranjang besar mereka

Dia tetap diam saat si terkasih menyuruhnya menyentuh pipi lapang itu

Entah apa yang di fikirkan dia hari ini, dia hanya diam memendamnya

Sesaat berucap “aku ingin pergi bang, menuju pantai pasir putih bersamamu” masih disudut ranjang mereka bersama lipatan tangan dibawah kepala

“Love, hari ini aku ada pekerjaan.. Nanti saja setelah aku pulang kita pergi ke tempat yang kamu mau” mengusap pipi dia yang tembem

Istri tercintanya tetap diam sambil manyum lima senti, lantas bangun dari ranjang menyiapkan sarapan

Kopi manis yang biasa lelakinya seruput sampai tandas

“Love, aku berangkat ya sayang.. Tunggu aku dan doakan, nanti kita pergi” tersenyum

“iya, hati_hati” diam berdiri menatap lelakinya

Dia selalu seperti itu saat punya keinginan, harus sekarang, harus hari ini.

Dia adalah aku

MagentaSanšŸŒ·